Koleksi Buku Demi Mini Library Idaman- Begitu mendengar kata koleksi,
kurang dari dua detik otak saya langsung menemukan jawabannya. Bahkan, saya dan
suami juga seiya sekata dengan koleksi ini. Iya, yang saya syukuri dari suami
saya adalah suami saya tidak suka mengoleksi macam macam piranti kayak action figur,robot robotan kek, burung
atau mainan cowok lainnya. Karena itu boros dan menurut saya kok tidak
berfaedah. Hahaha....Mending buat beli diapers sama baju anak. (pikiran emak
emak)
BOOK HUNTER
Kami berdua gemar membaca buku
dan pastinya, membeli buku. Saat kami tinggal di Jakarta,sebelum suami
melanjutkan pendidikan di Australia, kami juga sempat menyambangi pameran buku
yang digadang gadang menjadi pameran buku terbesar di dunia itu;BIG BAD WOLF
BOOK BAZAAR!
Berburu buku di Big Bad Wolf bersama Misipi dan suami |
Begitu kami melihat tumpukan buku
baik fiksi atau pun non fiksi,kami langsung gelap mata untuk bisa membeli
semuanya. Yang saya suka di bazaar yang dibuka 24 jam non stop ini adalah kita
juga bisa berburu buku buku import alias buku berbahasa Inggris. Nah, guru
bahasa Inggris macam saya ini jelas butuh buku berbahasa Inggris untuk menambah
kosakata. Syukurnya lagi suami sangat mendukung dan jadilah kami membeli novel
novel import. Suami sendiri lebih tertarik pada buku super besar melebihi
Al-Qur’an karena itu adalah Al-Qur’an dan terjemahan serta makna per kata.
Berat kali ini buku ya... Tak lupa juga kami membeli sebuah buku yang cukup
menggelitik; Menuju Kelurga Sakinah. Ya,namanya juga usaha... Siapa tahu habis baca langsung bisa dipraktekkan. Hehe
hasil buruan! |
Melangkah mundur sebelum saya
menikah dengan suami, saya juga gemar sekali hadir di pameran buku; salah
satunya adalah Islamic Book Fair. Jangan salah, walaupun namanya Islamic Book
Fair tapi disana tidak hanya menjual buku buku berbau islami,tetapi juga banyak
buku dengan banyak genre lainnya. Ada novel, buku inspiratif, kumpulan puisi
dan lain sebagainya. Saat itu saya berkunjung ke sana bersama seorang sahabat
saya yang sekarang alhamdulillah sudah menjadi seorang ibu juga.
Berburu buku di Islamic Book Fair bersama sahabat |
Saat itu saya membeli beberapa
novel bergenre komedi, romance dan inpiratif. Mumpung lagi diskon
ya,gaes...hihi
hasil buruan |
Kecintaan saya akan dunia membaca tidak berhenti sampai di situ. Saya juga pernah mengikuti salah satu event bernama Festival Pembaca Indonesia di Jakarta Selatan. Nah di festival itu yang paling menarik adalah adanya bookswap. Di bookswap ini kita bisa memilih buku apa saja yaang disediakan di meja besar dengan cara mengganti buku yang kita ambil dengan buku yang kita bawa dari rumah. Keren khaaaaan... Selain itu juga banyak acara lainnya seperti talkshow, workshop, bioskop baca dan lainnya. Pokoknya lengkap! Saking niatnya, saya rela ke sana sendirian! Hanya bermodalkan bismillah dan aplikasi order ojek online akhirnya saya bisa sampai di Tower 2 Synthesis Square.
Nah,yang terakhir kalinya adalah
kunjungan saya dan suami ke Perpustakaan Nasional Indonesia yang juga digadang
gadang sebagai perpustakaan tertinggi di dunia (126, 3 meter). Kurang keren
apa coba Indonesia? Dengan 24 lantai, kita nggak hanya baca buku dan nulis
saja. Lebih dari itu, kita bisa menjelajahi museum Aksara, mendaftar menjadi
anggota perpusnas yang nantinya bisa digunakan untuk mengakses online library
dari dalam dan luar negeri, sampai menikmati silirnya angin di balkon lantai
24! Tapi, untuk bisa ke balkon ini kita harus minta ijin dulu,gaes. Saat itu
suami meminta ijin dengan alasan ingin meliputnya di blog kami.
Violaaaaa...kami diperbolehkan untuk melihat pucuk Monas dari pucuk Perpusnas. Seru bangeeeeetttt!!
Siap menjelajahi Perpusnas Indonesia! |
IMPIAN KAMI
source |
“Pace, nanti kita bikin mini library
dan reading corner ya pace..”
“Iya toh mace...”
“Biar nanti anak anak kita nggak Cuma
tahu gadget tapi juga gemar membaca”
“Iya aamiin...semoga semua cita
cita kita dipermudah Mace..”
“Aamiin...”
Impian kami adalah membangun mini
library yang bukunya berasal dari buku buku yang kami beli sejak muda, baik
hasil berburu di bazaar buku atau membeli di toko buku. Nantinya, semua buku
akan kami kumpulkan dan kami susun di mini library impian kami. Saya sendiri menyukai banyak jenis buku dari novel, buku religi, buku inspiratif sampai buku pengembangan diri.
Kami ingin
menanamkan budaya membaca sedini mungkin pada Julio dan adiknya. Our quality
time is reading a book! Kami ingin mengecat dindingnya dengan nuansa putih,
lalu akan ada sofa sebagai reading cornernya. Selain itu juga ada meja dan
kursi sebagai meja kerja.
Ah, membayangkan saja sudah
bahagia sekali.Semoga doa doa kita bisa diijabah ya bu ibuuu... Hehehe
Koleksi kami ini semoga bisa
terus berfaedah, tidak hanya untuk kami berdua tetapi juga untuk anak anak kami
dan teman teman anak anak kami kelak. Aamiin..
Saya Aminkan impiannya mbaak.. semoga selekasnya terealisasi 😍❤️❤️❤️❤️
BalasHapuswaa desainnya cakep banget. moga segera terlaksana buat mini library nya, aamiin
BalasHapusaku takut mau ke pameran big bad wolf, takut kalap, jadi ga pernah ke sana :D
kalau islamic book fair di bogor selalu rajin dateng. sayang skr book nya mulai kalah sama baju di islamic book fair bogor
semoga impiannya nanti tercapai yaa....kalo saya pingin punya bookafe. cafe yg merangkap library
BalasHapusKeren yaa mini library nya, semoga tercapai impiannya mbak..seru ya hunting buku bareng2 gitu 😍
BalasHapusAku turut mengaminkan soal punya perpustakaan mininya ya mba Meykke :)
BalasHapusDuh, kelak ku juga jadi ingin punya suami yang suka baca, suka buku. Jadi bisa kayak mba Meykke, bisa berburu buku berdua :)) pasti seru.
Salam buat dede Julio :)